Lift terbuka. Kaki tampak enggan melangkah, hati coba berontak.
"Ini demi anakku, harus berani" pikir Sisi tak putus bibir mengucap zikir.
Dia berusaha tidak mengingat cerita-cerita yang membuatnya merinding.
"Akhirnya, sampai juga." batin sisi saat lift kembali terbuka.
Kali ke 6 Garda menginap di bangsal Melati, ruang rawat inap untuk pasien anak di RSUD Bekasi.
Berbekal pengalaman sebelumnya, Sisi tampak tak canggung.
"Sudah lama ya, gak ketemu Garda?!" Ujar Suster Tia. "Kapan Mam, terakhir opname?" lanjutnya.
"Iya Sus. Pas banget April ini setahun." jawab Sisi tak lepas mengusap Garda, yang tertidur pulas.
Cukup banyak yang berubah kurun waktu setahun. Selain penambahan bed di tiap ruang, penjagaan pun begitu ketat.
Pintu penghubung lantai, tidak sebebas dulu. Jalur tikus, tak jauh beda. Pengunjung serta keluarga pasien mau tak mau harus menggunakan jalur tengah. Dua pilihan. Tangga atau elevator. Jarak yang cukup jauh untuk sampai ke lobby depan.
***
"Sakit apa Bu, anaknya??" tanya seorang Ibu.
"Panas udah 2 hari.." jawab Sisi.
"Sama dunk, si Rasya juga panas. Takut kena DBD." "Makanya cepet-cepet dibawa kesini." Ibu yang lain menimpali.
Ramai. Sudah biasa. Bangsal Melati kelas 3. Satu ruangan yang tidak cukup besar, dengan 5 ranjang.
Bagi Sisi, tidak masalah. Dia justru senang. Bisa berbagi cerita, mengenal orang - orang baru. Kesedihan sedikit tersisih. Tak jarang, tawa renyah terdengar bagai obat penawar luka.